![]() |
| image; Srimaay |
Semakin tinggi level kemimpinan seseorang, semakin besar resiko dan tanggung jawab yang harus dipikul dan dihadapi. Resiko itu bisa berasal dari dalam dan dari luar organisasi yang dipimpinnya.
Kepemimpinan adalah sebuah seni. Kepemimpinan yang ternilai adalah kemimpinan yang produktif. Kepemimpinan yang produktif mampu memberikan inspirasi dan semangat bagi anggotanya.
Produktifitas kepemimpinan tidak semata-mata berorientasi kepada hasil tetapi berorientasi kepada proses. Dengan demikian tingkat keberhasilannya dapat terukur dalam berbagai hal.
Salah satu ciri pemimpin yang sukses dan berhasil ialah pemimpin yang mampu menjaga kesinambungan organisasi dan mempersiapkan kader-kader baru dengan kualitas yang baik dan kuantitas yang cukup. Ini sangat penting untuk meneruskan estafet kepemimpinan organisasi di masa depan sambil meneruskan hal-hal yang baik di organisasi.
Keberhasilan dalam melakukan regenerasi atau pengkaderan merupakan hasil dari kepemimpinan yang mampu secara produktif melahirkan dan menawarkan solusi, gagasan, konsep-konsep konstruktif dan inovasi dari setiap kepemimpinannya.
Menurut Stephen Robert Covey, menulis dalam bukunya yang terbit tahun 1989 dengan judul The Seven Habits Of Highly Effective People;
Pertama, jadilah pro aktif. Kedua, mulailah dengan akhir pikiran anda. Ketiga, utamakan yang paling penting. Keempat, berpikirlah untuk menang bersama. Kelima, usahakanlah memahami orang lain sebelum memberikan pemahaman. Keenam, wujudkan sinergi. Ketujuh, asahlah diri.
Seorang pemimpin harus bisa merasakan dan memahami perasaan anak buahnya. Untuk merealisasikannya, seorang pemimpin harus mulai bertindak dengan tujuan akhir pikirannya (visi, misi) serta mengutamakan hal-hal yang paling penting dalam suatu organisasi.
Seorang pemimpin juga tidak tidak boleh terlena dengan kekuasaan karena setiap langkah, visi, misi dalam kepemimpinannya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt, di hari nanti.
#Srimaay


0 komentar:
Posting Komentar