Kamu mungkin pernah dipilih untuk menjadi seseorang yang akan mengisi masa depannya. Setiap hari menggantung harapan, menunggunya nyata. Semakin mengharapinya, waktu pun semakin lambat melaun.
Saat perasaanmu dilema, banyak pertanyaan yang ramai berdatangan dalam kepalamu. Ternyata yang kamu nanti tidak kunjung menyata. Waktu yang diberimu tidak sesetia yang diduga. Kamu pun tidak mengerti dengan dirinya.
Hingga kamu kian mempertimbangkannya. Memilih menunggunya atau berpikir untuk fokus bekerja yang sepanjang hari ini terbengkalai. Sakit rasanya terselami harapan darinya.
Kamu harus bebaskan hatimu. Cukup berhenti dan harapan itu akan balik mengejarmu. Karena semakin kamu menunggu, maka waktu akan memperlambatkannya. Untuk masa depanmu yang indah, serahkan sama Allah, biarkan Dia mengaturnya. Semua akan indah pada waktunya. Kamu cukup bersyukur apapun yang akan terjadi nanti.


0 komentar:
Posting Komentar